MAY Blogg, Jatinangor ~ Kalimantan, pulau yang masyhur akan keindahan alamnya, menyimpan kekayaan budaya yang tak kalah memukau. Keberagaman suku, seperti Dayak, Banjar, dan Kutai, melahirkan warisan budaya yang unik dan sarat makna.
Tradisi adat yang masih terjaga, seperti upacara Tiwah, Gawai Dayak, dan Erau, menjadi daya tarik utama. Rumah Betang, rumah panjang yang menjadi simbol kebersamaan, mencerminkan kearifan lokal masyarakat Kalimantan.
Seni tari, musik, dan kerajinan tangan yang diwariskan turun-temurun, memperkaya khazanah budaya pulau ini. Kepercayaan animisme dan dinamisme yang dianut oleh sebagian masyarakat Dayak, terwujud dalam ritual-ritual adat yang sakral.
Keharmonisan antara manusia dan alam menjadi nilai luhur yang dijunjung tinggi dalam budaya Kalimantan. Semua elemen ini menjadikan budaya Kalimantan sebagai permata yang berharga, yang patut dilestarikan dan dikagumi oleh dunia.
Lagu "Manari Manasai" bukan sekadar melodi pengiring tarian, melainkan representasi utuh budaya Dayak Ngaju yang sarat makna; ia adalah simbol kegembiraan dan kebersamaan, media pelestarian tradisi tarian Manasai, ungkapan keramahan melalui tarian selamat datang, ajakan partisipasi yang mempererat persaudaraan, sekaligus deskripsi elemen-elemen khas tarian tersebut, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari identitas budaya yang patut dilestarikan.
Lirik Lagu
Pukul gandang garantung,
Hayak dengan kangkanung
Sambil tuntang gantau,
Miar mundur dan maju
Bahalai dan salendang,
Imeteng intu kahang
Ngaliling sangkai lunuk,
Je impedeng hung bentuk
Ayo manari manasai,
Manari manasai,
Ela atun je melai
Ayo manari manasai,
Manari manasai,
Ela atun je melai
II
Bakas tuntang tabela,
Keleh itah mahaga
Kesenian daerah,
Ayun tatu hiang itah
Pukul gendang garantung,
Hayat dengan kangkanung
Mangat itah tau bingat,
Utus itah je bauhan
Ayo manari manasai,
Manari manasai,
Ela atun je melai
Ayo manari manasai,
Manari manasai,
Ela atun je melai
